Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Maret 2019

📚 *من مؤلفات السيد الدكتور علوي بن حامد بن محمد بن شهاب الدين​ باعلوي الحسيني الحضرمي

📚 *من مؤلفات السيد  الدكتور علوي بن حامد بن محمد بن شهاب الدين​ باعلوي الحسيني الحضرمي - جزاه الله خيرا ونفع به -*

أستاذ الحديث وعلومه بجامعة حضرموت - اليمن

http://bit.ly/أزواج-الرسول
صلى الله عليه وآله وسلم

http://bit.ly/أولاد-الرسول

http://bit.ly/أحاديث-تخضيب-الشعر-بالسواد-والحكم-عليها

http://bit.ly/انتبه-دينك-في-خطر

http://bit.ly/اعرف-أهلك-أيُّها-العَلَوي

http://bit.ly/الرسول-قبل-الهجرة

http://bit.ly/الرسول-بعد-الهجرة

http://bit.ly/شمائل-الرسول-صلى-الله-عليه-وآله-وسلم

http://bit.ly/شرح-المنظومة-البيقونية

http://bit.ly/صحابة-دعا-لهم-الرسول

http://bit.ly/العشرة-المبشرون-بالجنة

http://bit.ly/الكفاءة-في-النكاح

📚📚📚

Rabu, 20 Maret 2019

Bagi - bagi Kitab Ebook pdf

Himpunan Ratusan Buah Kitab Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Pelbagai Cetakan (termasuk Dar AlMinhaj)

Link Kitab² (Google Drive):
KLIK DISINI

Silakan Share 🤗

Selasa, 12 Maret 2019

Kitab Nadzoman yang Paling Banyak Dikaji di Pesantren

Berikut adalah 25 kitab nadzom yang sering dikaji di pondok- pondok pesantren :
1. Ro'sun Sirah (رأس سيراه)
2. Alala (ألا لا)
3. Matlab (مطلب)
4. Tanbihul Muta'allim (تنبيه المتعلم)
5. Bad'ul Amal (بدء الآمال)
6. Khoridatul Bahiyyah (خريدة البهية)
7. Aqidatul Awam (عقيدة العوام)
8. Hidayatus Sibyan (هداية الصبيان)
9. Tuhfatul Athfal (تحفة الأطفال)
10. Al Jazariyah (الجزرية)
11. Awamil Jurjani (عوامل الجرجاني)
12. Tanwirul Hija (تنوير الحجا)
13. Amtsilah Tashrifiyah (الأمثلة التصريفية)
14. Matan Jurmiyah (متن الآجرومية)
15. Al Dzurrotul Yatimah (الدرة اليتيمة)
16. Qowa'idus Shorfiyah (القواعد الصرفية)
17. Imrithy ( العمريطي)
18. Maqshud (المقصود)
19. Qowa'idul I'rob (قواعد الإعراب)
20. Alfiyah Ibnu Malik (ألفية ابن مالك)
21. Uddatul Faridh (عدة الفارض)
22. Ar Rohabiyah (الرحابية)
23. Sullamul Munawroq ( السلم المنورق)
24. Jauharul Maknun (الجوهر المكنون)
25. Al Faroidul Bahiyyah (الفرائد البهية)

Untuk mendapatkan kumpulan ke 25 nadzom tersebut, silahkan klik disini

Hasil Rumusan Bahtsul Masail Memanggil Kafir dengan Non Muslim

Berikut adalah hasil rumusan Bahtsul Masail Maudluiyah Pra Munas dan Konbes NU 2019, yang salah satunya membahas tentang status non muslim di Indonesia dan bolehkah menyebut mereka dengan panggilan Kafir
Download

Rabu, 12 September 2018

Pesan Optimis di Tahun Baru Hijriyah

Pergantian tahun merupakan moment yg tepat untuk merefleksi diri. Selama setahun ini hal apa saja yg sudah  dilakukan, dan yg belum dilakukan. Rencana apa yg sudah tercapai dan belum tercapai. Tentunya hal yg baik akan tetap dipertahankan di tahun berikutnya. Sedangkan yg buruk perlahan harus segera ditinggalkan. Rencana yg telah tercapai akan dimatangkan, dan yg belum tercapai akan terus diusahakan. Begitulah seorang mukmin bersikap. Hendaknya hari ini lebih baik dr hari kemaren, dan tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Karena jika hari ini sama dengan kemaren maka ia merupakan orang yg merugi. Dan jika hari ini lebih buruk dari kemaren maka ia merupakan orang yg celaka. Seorang mukmin juga tidak jatuh dua kali pada lubang yang sama.

Spirit ini juga lah yg melatar belakangi dianjurkannya pembacaan do'a akhir tahun dan awal tahun pada detik-detik pergantian tahun. Karena di dalam do'a terselip pesan seorang hamba yg dhoif (lemah) kepada Rabb (Tuhan)nya yg Maha Perkasa. Yang mengatur alam semesta. Ia meminta ampunan kepada-Nya apabila selama setahun ini belum bisa menjadi hamba-Nya yg taat, dan telah berani membangkang, bermaksiat kepada-Nya. Ia bertaubat, menyesali perbuatannya yg telah lalu. Kemudian untuk tahun berikutnya Ia meminta perlindungan kepada-Nya. Memohon bimbingan dan petunjuk-Nya agar bisa menjadi hamba yg baik, taat dan diridhoi-Nya.

Datangnya tahun baru hendaknya selalu menjadi harapan baru bagi seorang mukmin, sehingga yang dikedepankan adalah rasa optimis bukan pesimis. Segala kesulitan dan rintangan yg dihadapi selama setahun lalu tidak membuatnya menjadi terpuruk. Musibah, perang, gempa bumi, kekeringan, kelaparan, kesulitan hidup, rizki, jodoh, dll, yang ada pada tahun sebelumya, tidak membuatnya menjadi putus asa. Ia selalu berprasangka baik kepada Allah. Sehingga terus menemukan harapan baru, kebahagiaan baru, dan kegembiraan baru. Itulah pesan yg selalu digaungkan oleh para guru-guru kita, Masyayikh kita, diantaranya:

1. Bait syi'ir dari Sayid Salim bin Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, putra Habib Umar bin Hafidz, dalam menyikapi datangnya tahun baru Hijriah:
من بعد عيش مرير # سمعت صوت البشير
يقول أبشر وبشر # بفضل رب قدير
وافرح وأرّخ سرورا # سنة نفع كثير
[السيد سالم بن عمر بن محمد بن سالم بن حفيظ]
Setelah kehidupan yg pahit, saya mendengar suara dari pembawa kabar gembira. Ia berkata "Bergembiralah, dan sampaikan kabar gembira, berkat karunia Tuhan yg Maha Kuasa. Berbahagialah, dan catatlah waktu bahagiamu, yakni 1440 H, merupakan tahun yg banyak kemanfaatannya". [Sayid Salim bin Umar bin Hafidz, Putra Habib Umar]

Tahun sebelumnya, Ayahanda beliau Habib Umar bin Hafidz juga membuat bait syi'ir ttg tahun baru Hijriah 1439 H :
إن قال من قال متى # نصر الإله يا فتى
فقل له تاريخ هذا ال # عام جاء مثبتا
في شطر بيت فاستمع # عام الفتوحات أتى
[الحبيب عمر بن محمد بن سالم بن حفيظ]
Apabila ada yg bertanya : "Wahai Pemuda, Kapan pertolongan Allah datang?" Maka jawablah : "Telah ditetapkan di tahun 1439 H ini. Sebagimana disebutkan dipenggalan bait terakhir maka dengarkanlah "Tahun kemenangan telah datang". [Habib Umar bin Hafidz]

Seperti itulah pancaran keimanan dari diri seorang mukmin. Optimis dan tidak putus asa. Penuh harapan dan kebahagiaan. Berhusnuddzon kepada Allah. Ridho (kerelaan) dengan ketetapan-Nya. Bersyukur apabila mendapatkan kenikmatan dan kebaikan. Bersabar apabila tertimpa musibah dan keburukan.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ؛ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman (mukmin). Seluruh urusannya merupakan kebaikan, dan ini tidak dimiliki kecuali oleh orang beriman. Jika mendapatkan kenikmatan, dia bersyukur, dan itu baik baginya; jika tertimpa musibah, dia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR. Muslim).

Beberapa tahun sebelumnya umat islam banyak dilanda perang. Di Syam, Syiria, dan termasuk Yaman tempat tinggal beliau. Pada tahun 1439 H perlahan keadaan membaik. Di Yaman keadaan sudah mulai kondusif. Banyak peziarah dan pelajar baru yg berdatangan. Perang di Syam, Syiria sudah berhenti. Keadaan sudah normal kondusif. Semoga tahun ini 1440 H keadaan terus membaik. Musibah yg melanda umat islam dan bumi pertiwi segera diangkat oleh Allah SWT. Amin....
كل عام وأنتم بخير

Jumat, 03 Agustus 2018

Islam di Nusantara serasi dengan Manhaj Hadhramaut, Yaman

Menurut Ahli sejarah, Islam masuk ke sebagian wilayah Indonesia sejak zaman Khalifah Usman bin Affan r.a. namun penyebaran secara besar-besaran terjadi pada awal abad ke- 6 H. Yakni dimana setelah orang-orang Hadhramaut datang ke Indonesia. Sebelumnya mereka hijrah dari Hadhramaut ke India. Lalu dari India menyebar ke pulau-pulau di Indonesia.
Orang Hadhramaut yang mempunyai andil besar dalam menyebarkan Islam di Indonesia adalah keturunan dari Pamannya Muhammad bin Ali al-Faqih al-Muqoddam. Termasuk Wali songo (Sembilan wali) yang dikenal sebagai tokoh penyebaran Islam di Indonesia merupakan turunan dari Hahramaut. Tujuh atau delapan dari mereka merupakan keturunan dari Ahmad bin Isa al-Muhajir, dan dua diantaranya dari Kabilah Hadhramaut.
Hadhromiyun, atau orang Hadhramaut senantiasa memperlihatkan akhlak islam yang mulia dalam keseharian mereka. Baik dalam tutur kata, bertransaksi, berinteraksi dan lain sebagainya. Sehingga Penduduk setempat tertarik untuk memeluk agama islam. Jumlah pemeluk islam terus bertambah. Dan kerajaan-kerajaan islampun banyak berdiri.
Sampai saat ini, di Indonesia pengaruh manhaj, atau madrasah Hadhramaut masih terasa. Baik dalam adat istiadat masyarakat setempat, atau lembaga-lembaga pendidikan agama mereka (pondok pesantren). Apabila diprosentase mungkin sampai 90 %, metode atau manhaj yang dipakai, serasi dengan yang ada di Hadhramaut.

Disari dari kitab "Madrosah Hadhramaut wa Marji'iyyatul Wahyi wat Tanzil" karya : Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz
#حملة_اقرأ
#Gerakan_ayo_membaca
#Ayo_mengaji

Balaghoh al Qur'an, kata "As-Sukun" dalam ayat nikah

<< Balaghoh al Qur'an, kata "As-Sukun" dalam ayat nikah >>

Kemaren ada teman meminta bantuan untuk menterjemahkan beberapa lembar halaman kitab. Rupanya itu kitab tafsir, saya kurang tau itu tafsir apa. Katanya sih tafsir al-Manar. Well, awalnya kutolak karena beberapa hal, dan kesibukan. Akhirnya, aku mencoba menerimanya. Disela-sela pembahasan yg kuterjemahkan, ada yg menarik perhatianku. Yakni tentang penjelasan ayat nikah. Mungkin aku tersindir... wkwkwk

Dibeberapa ayat tentang pernikahan, kerap kali al-Qur'an memakai kata "as-sukun" dari Sakana Yaskunu Sukunan yg berarti diam, tenang, tentram ketenangan. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-A'raf ayat : 189
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلاً خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّا أَثْقَلَت دَّعَوَا اللّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحاً لَّنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ ﴿١٨٩﴾
"Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur".

Begitu juga firman Allah yg sering kita dengar, surat Ar-Rum ayat : 21
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir".

Pada ayat pertama menggunakan redaksi لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا, dan pada ayat kedua لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا. Pada terjemahan indonesia ada yg mengartikan senang, tenang, tentram, dll.

Pertanyaannya, kenapa memakai kata Sakana, Yaskunu Sukunan. Tidak menggunakan kata فرح misalnya, سعد , yang berarti senang, bahagia. Karena tentunya pernikahan itu menyenangkan dan membahagiakan?
Jawabannya:
عبر التنزيل عن ميل الزوج الجنسي إلى زوجه هنا وفي سورة الروم بالسكون، وذلك أن المرأ إذا بلغ سن الحياة الزوجية يجد في نفسه اضطرابا خاصا لا يسكن إلا إذا اقترن بزوج من جنسه واتحدا ذلك الاقتران والاتحاد الذي لا تكمل حياتهما الجنسية إلا به.
Secara umum penjelasannya begini "Hasrat seseorang kpd pasangannya dita'birkan oleh al-Qur'an dengan lafadz Sakana, Yaskunu, Sukunan (ketenangan). Itu menunjukkan bahwa jika seseorang sudah sampai pada masa umurnya menikah, Ia akan merasakan kegelisahan didalam dirinya. Ia tidak akan merasa tenang kecuali setelah bersanding dengan pasangannya". Kalau masih single ya dengan menikah. Bagi yg sudah menikah ya dengan menemui pasangannya.

Nb: Di ayat kedua, Ar-Rum : 21, Al-Qur'an memakai redaksi خلق ketika menjelaskan bahwa Allah telah menciptakan pasangan untukmu. Sedangkan dibeberapa kata setelahnya, pada ayat yg sama memakai kata جعل ketika menjelaskan bahwa Allah menjadikan diantara kamu "mawaddah wa rohmah" rasa kasih dan sayang. Sebenarnya kedua kata diatas mempunyai arti kata yg mirip. Pertama bermakna menciptakan, yg kedua bermakna menjadikan. Toh semuanya dinisbatkan ke Allah. Yg menciptakan Allah yg menjadikan juga Allah. Ternyata ada rahasia dibalik semua itu. Yakni Allah menggunakan redaksi خلق (menciptakan) karena pasangan, jodoh itu adalah jaminan dari Allah. Dan Allah yg menentukan. Sedangkan redaksi جعل (menjadikan) memang Allah yg menjadikan rasa kasih dan sayang diantara kedua pasangan tersebut. Namun sengaja Allah menggunakan redaksi yg berbeda supaya kita tahu bahwa kebahagiaan, cinta, kasih dan sayang didalam keluarga adalah kita yg membinanya. Dan kita yg mengusahakannya.

So, buat para jomblo segeralah menikah. Apalagi yg sudah masanya. Cepat-cepatlah, tapi inget jangan buru-buru.

#حملة_اقرأ
#gerakan_ayo_membaca
#ayo_mengaji